Strategi Komunikasi Persuasif BBKSDA dalam Menyosialisasikan Pengalihan Fungsi Cagar Alam Mutis ke Taman Nasional Mutis Timau

Authors

  • Roky Konstantin Ara Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i3.350

Keywords:

Strategi Komunikasi Persuasif, BBKSDA NTT, Taman Nasional Mutis Timau, Masyarakat Adat, Hambatan Komunikasi

Abstract

Perubahan status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Nasional Mutis Timau menimbulkan dinamika sosial serta resistensi dari masyarakat adat Fatumnasi yang memiliki keterikatan ekologis dan kosmologis dengan kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi komunikasi persuasif BBKSDA Nusa Tenggara Timur dalam mensosialisasikan kebijakan alih fungsi kawasan, sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan yang muncul dalam proses tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan paradigma interpretif. Data primer dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif dan wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap enam informan yang dipilih secara purposif. Data sekunder diperoleh dari dokumen resmi serta kanal digital BBKSDA NTT. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan interpretasi menggunakan kerangka retorika Aristoteles: ethos, pathos, dan logos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi BBKSDA NTT berbasis segmentasi khalayak, dengan kombinasi pendekatan kelompok formal dan interaksi interpersonal informal seperti anjangsana dan kunjungan door-to-door. Unsur ethos dibangun melalui legitimasi kelembagaan dan keterlibatan petugas lokal; pathos melalui narasi budaya “Mutis sebagai Ibu Orang Timor”; dan logos melalui penjelasan rasional terkait zonasi, hak akses tradisional, serta peluang ekonomi berbasis pariwisata berkelanjutan. Hambatan utama meliputi keterbatasan anggaran dan kondisi geografis, rendahnya kepercayaan akibat konflik historis serta pengaruh informasi eksternal, serta kelemahan prosedural berupa sosialisasi yang terlambat dan ketidakjelasan implementasi batas zonasi yang masih dinegosiasikan.

References

Andani, N. P. (2022). Perencanaan komunikasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau dalam upaya melindungi satwa liar di Provinsi Riau. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.

Ardiyanti, I., Choiriyati, S., Azizah, M., & Sasora, F. (2024). Persuasive communication strategy of Bandar Lampung City Environmental Office in waste management. 2(2).

Aristoteles. (2007). On rhetoric: A theory of civic discourse (G. A. Kennedy, Ed.; 2nd ed.). Oxford University Press.

Azi, M. A., Samingan, & Se, B. R. S. (2024). Resistensi masyarakat adat Rendu terhadap pembangunan Waduk Lambo di Desa Rendubutowe Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo. SAJARATUN: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 9(2), 169-179.

Berkes, F. (2018). Sacred ecology (4th ed.). Routledge.

Bizzell, P., Herzberg, B., & Reames, R. (Eds.). (2020). The rhetorical tradition: Readings from classical times to the present (3rd ed.). Bedford/St. Martin's.

Cornelissen, J. (2023). Corporate communication: A guide to theory and practice (7th ed.). SAGE Publications.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Effendy, O. U. (2019). Ilmu komunikasi: Teori dan praktek (Cet. 29). PT Remaja Rosdakarya.

Fatem, S. M., Runtuboi, Y. Y., Fisher, M. R., Sufi, Y., Maryudi, A., & Sirimorok, N. (2023). Conservation policy, indigeneity, and changing traditional hunting practices in West Papua. Forest and Society, 7(2), 359-379. https://doi.org/10.24259/fs.v7i2.27420

Gulbrandsen, I. T., & Just, S. N. (2020). Strategizing communication: Theory and practice (2nd ed.). Samfundslitteratur.

Indriyati, R., Munggaran, N. R. D., & Yudhakusuma, D. (2022). Pelestarian kawasan Gunung Guntur melalui pendekatan komunikasi lingkungan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(1), 111-122.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 96 Tahun 2024 tentang Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Lindung dan Cagar Alam Menjadi Taman Nasional Mutis Timau. (2024). https://ksdae.kehutanan.go.id/

Ketaren, S. R. A., & Prawira, M. R. Y. (2024). Unheard voices: Analyzing non-compliance with the FPIC principle in protecting indigenous peoples' rights in Indonesia. Law, Development and Justice Review, 6(4), 478-502.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2022). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Perloff, R. M. (2023). The dynamics of persuasion: Communication and attitudes in the 21st century (8th ed.). Routledge.

Servaes, J. (Ed.). (2020). Handbook of communication for development and social change. Springer.

Smith, R. D. (2021). Strategic planning for public relations (6th ed.). Routledge.

Suminar, E., Pawito, Utari, P., & Kartono, D. T. (2022). The idea of a national park and environmental desacralization. Proceedings of the International Conference on Social and Political Sciences (ICOSAPS 2022), 31-37. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-164-7_24

United Nations. (2007). United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples. https://www.un.org/development/desa/indigenouspeoples/declaration-on-the-rights-of-indigenous-peoples.html

West, R. L., & Turner, L. H. (2024). Introducing communication theory: Analysis and application (8th ed.). McGraw Hill.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Ara, R. K. (2026). Strategi Komunikasi Persuasif BBKSDA dalam Menyosialisasikan Pengalihan Fungsi Cagar Alam Mutis ke Taman Nasional Mutis Timau. Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge, 3(3), 1151–1170. https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i3.350

Issue

Section

Articles