Stabilitas Lereng Menggunakan Metode Fellenius Dan Bishop Simplified Penstock PLTM Padang Guci - 2 Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i3.429Keywords:
Kestabilan Lereng, Faktor Keamanan, Fellenius, Bishop Simplified, Investigasi Tanah, PLTM Padang Guci-2Abstract
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Padang Guci-2 memerlukan analisis kestabilan lereng yang komprehensif karena area penstock berada pada wilayah bertopografi berbukit dengan kondisi geologi yang berpotensi mengalami kelongsoran. Ketidakstabilan lereng dapat mengganggu proses konstruksi maupun operasional pembangkit sehingga diperlukan evaluasi faktor keamanan lereng berdasarkan kondisi geoteknik setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi stratigrafi dan karakteristik tanah berdasarkan hasil investigasi lapangan dan pengujian laboratorium, menentukan nilai faktor keamanan lereng menggunakan metode Fellenius dan Bishop Simplified, serta mengevaluasi tingkat kestabilan lereng berdasarkan ketentuan SNI 8460:2017. Penelitian dilakukan melalui investigasi tanah menggunakan lima titik pengeboran (BH-01 sampai BH-05), pengujian laboratorium terhadap sifat fisik tanah, serta analisis kestabilan lereng menggunakan metode keseimbangan batas (Limit Equilibrium Method), yaitu metode Fellenius (Ordinary Method of Slices) dan Bishop Simplified. Parameter geoteknik yang digunakan dalam analisis meliputi berat isi tanah, kohesi, sudut geser dalam, kondisi stratigrafi, geometri lereng, serta muka air tanah yang diperoleh dari hasil investigasi lapangan dan pengujian laboratorium. Hasil investigasi menunjukkan bahwa lapisan penyusun lereng didominasi oleh tanah lempung (clay), lempung lanauan (silty clay), lempung berkerikil (gravelly clay), serta lapisan batuan claystone pada kedalaman yang lebih besar. Nilai Standard Penetration Test (SPT) meningkat seiring bertambahnya kedalaman yang menunjukkan peningkatan kepadatan dan kekuatan tanah. Hasil analisis kestabilan lereng menunjukkan bahwa metode Fellenius menghasilkan nilai Factor of Safety (FoS) sebesar 2,04, sedangkan metode Bishop Simplified menghasilkan nilai FoS sebesar 2,44. Kedua nilai tersebut lebih besar dari persyaratan minimum 1,50 berdasarkan SNI 8460:2017, sehingga lereng dinyatakan dalam kondisi stabil. Meskipun demikian, pemeliharaan sistem drainase permukaan dan bawah permukaan tetap diperlukan untuk mengurangi infiltrasi air hujan, menekan tekanan air pori, serta menjaga kestabilan lereng dalam jangka panjang.
References
Abdullah, M. F. I. U. M. P. A. S., Zolkepli, M. F., & Ishak, M. F. (2016). Exploration of methods for slope stability analysis influenced by unsaturated soil. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/309527645
Akbar Bunawan, I., Trides, T., Hasan, H., Oktaviani, R., & Pontus, A. J. (2023). Analysis of slope stability using the simplified Bishop method and geometry of retaining walls in Palaran District, Samarinda City, East Kalimantan Province.
Badan Standardisasi Nasional. (2017). SNI 8460:2017 Persyaratan perancangan geoteknik. Badan Standardisasi Nasional.
Cherianto, P. R., Turangan, A. E., & Sompie, O. B. A. (2014). Analisis kestabilan lereng dengan metode Fellenius (Studi kasus: Kawasan Citraland STA. 1000 m). Jurnal Sipil Statik, 2(3), 139–147.
Firdaus, Y. F., Sarie, F., & Hendri, O. (2022). Analisis stabilitas lereng menggunakan metode Fellenius (Studi kasus: Proyek pekerjaan drainase Gedung PPIIG di Universitas Palangka Raya). Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, 5(2), 1–9. https://doi.org/10.52868/jt.v5i2.7642
Google. (2024). Google Earth. Google LLC.
Ishak, M. F., & Zolkepli, M. F. (2018). Analysis of slope stability on tropical residual soil.
Khodijah, S., Monica, U. S., Ersyari, J., Khoirullah, N., & Sophian, R. I. (2022). Analisis kestabilan lereng menggunakan metode kesetimbangan batas dalam kondisi statis dan dinamis pada Pit X, Tanjung Enim, Sumatra Selatan.
Nugroho Putro, M. F. E., & Agustina, D. H. (2023). Analisis kestabilan lereng dengan perkuatan shotcrete menggunakan PLAXIS (Studi kasus: Ruas Jalan Tarempa–Rintis STA 07+800 Kab. Anambas).
Pahrul Rodji, A., Indriasari, Sihombing, S. M., & Freadno, B. (2023). Analisis stabilitas lereng dengan metode Bishop pada proyek geotechnical investigation Kutai Kartanegara.
Pangemanan, V. G. M., Turangan, A. E., & Sompie, O. B. A. (2014). Analisis kestabilan lereng dengan metode Fellenius (Studi kasus: Kawasan Citraland). Jurnal Sipil Statik, 2(3), 139–147.
Pratama Widya Engineering. (2024). Laporan lapangan dan dokumentasi longsoran lereng PLTM Padang Guci-2. Dokumen internal proyek.
Rahmi, N., Hermanto, E., & Lubis, K. (2025). Karakteristik campuran AC-BC menggunakan batu gunung sebagai agregat. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JITAS), 4(1), 40–48. https://doi.org/10.31289/jitas.v4i1.5830
Rotaru, A., Bejan, F., & Almohamad, D. (2022). Sustainable slope stability analysis: A critical study on methods. Sustainability, 14, 8847.
Tefa, M. G., Sundari, W., & Krisnasiwi, I. F. (2023). Analisis kestabilan lereng dengan metode Bishop pada lereng longsor di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Turangan, A. E., Sompie, O. B. A., & Pangemanan, V. G. M. (2014). Analisis kestabilan lereng dengan metode Fellenius. Jurnal Sipil Statik












