Analisis Analisis Faktor Yang Menyebabkan Rendahnya Cakupan Imunisasi Hepatitis B Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun
DOI:
https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.486Keywords:
Faktor-Faktor, Cakupan Imunisasi, vaksin hepatitis BAbstract
Pemberian vaksin hepatitis B wajib dilakukan pada tiap anak dan remaja di bawah usia 19 tahun, yang belum pernah mendapat imunisasi hepatitis B. Imunisasi hepatitis B merupakan salah satu jenis imunisasi wajib di Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya cakupan imunisasi Hepatitis B Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun.yaitu sebanyak 64 ibu yang memiliki balita yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan, budaya, kemudahan akses, dukungan suami, kelengkapan alat dan promosi kesehatan, tokoh agama, petugas kesehatan berhubungan dengan rendahnya cakupan imunisasi Hepatitis B Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun. Adapun variabel yang paling berhubungan dengan rendahnya cakupan imunisasi Hepatitis B Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun adalah variabel dukungan tokoh agama. Saran dalam penelitian ini yaitu Perlu penelitian mengenai persepsi masyarakat lokal tentang imunisasi atau vaksin tertentu. Identifikasi isu lokal dan influencer kunci penting untuk meningkatkan kepercayaan akan program imunisasi.
References
Berkley, Dunkelberg JC, Thie KW (2014).Hepatitis b and c in pregnancy: areview and recommendations for care.J Perinatol; 34(12):882-91.
WHO.. Global Immunization Data. www.who.int; 2018
Kemenkes RI (2019). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. http://www.bkkbn.go.id/litbang. Jakarta : Kemenkes RI
Depkes RI (2006). Pedoman Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional Tahun 2006. Jakarta: Depkes R.I.
UNICEF (2009). The care initiative assessment. Analysis and Action to improve care for Nutrition. Newyork : Unicef; 2009
Kemenkes RI(2013). Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta : BalitbangKemenkes RI
Permenkes (2015). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor. 741/MENKES/PER/VII/2015. Jakarta : Kemenkes RI
Fida, Maya (2012). Pengantar Ilmu kesehatan Anak. Jogjakarta.: D-MEDIKA
WHO (2016). Hepatitis B. [internet]. Lanset. [disitasi pada tanggal 2 Maret 2020];385(9963):117–71. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs204/en/.
Wijayanti.IB (2016). Efektivitas Hg–Rapid Screening Test.Untuk Deteksi DiniHepatitis B.Jurnal KesMaDaSka-Januari
Masan, Lea (2020). Analysis Of Mother’s Knowledge And Attitude About Immunization Hb0. Journal Of Research In Public Health Sciences.
DepkesRI (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 23 tahun 2005 ; 2005Tentang Kesehatan. Jakarta; Hal 1. Fisioterapi Indonesia; Jakarta; Hal.5
Ling, S.H., Leung, F. H. F, dan Lam, H. K (2007). Input-dependent neural network trained by real-coded genetic algorithmand its industrial applications, Soft Computing, Vol 11
Achmadi, U. F (2006). Imunisasi Mengapa Perlu?. Jakarta: Buku Kompas ;
Ranuh, I.G.N., Suyitno, H., Hadinegoro, S.R., Kartasasmita, C.B., Ismoedijanto, Soedjatmiko (2011). Pedoman Imunisasi di Indonesia. Jakarta : Satgas Imunisasi IDAI
WHO (2002). Global Immunization Data. www.who.int
Yamada, T. (2003) Textbook of Gastroenterology. 4thedition. Volume 2. Philadelphia : Lippincott William & Wilkins. 2085-2088
Yatim Riyanto (2009). Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana
Misnadiarly (2009). Mengenal Penyakit Organ Cerna. Jakarta : Pustaka Populer Obor.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (2005). Rekomendasi Pengurus Pusat IDAI Mengenai Tindakan Menghadapi Munculnya Kasus Polio. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia
GREEN, Lawrence W (2005). Health program planning. An educational and ecological approach
Notoatmodjo, S (2010). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Rineka Cipta
Gibson, James L (1996). Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses. Diterjemahkan oleh Ninuk Adriani. Jakarta: Binarupa Aksara;1996
(2000) Ilmu Kesehatan Masyarakat. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti
Nasution (2004). Pengantar Epidemiologi. Jakarta; Binarupa Aksara
Purwanto, Ngalim (2002). Ilmu pendidikan teoritis dan praktis. Bandung: Remaja Rosda Karya
AZWAR, Azrul (1999). Pengantar epidemiologi. Jakarta: Binarupa Aksara
Noor, N.N (200). Dasar Epidemiologi. Jakarta; Rineka Cipta
Mubarak, W, I & Chayatin, N (2009). Ilmu Keperawatan Komunitas Pengantar dan Teori. Jakarta : Salemba Medika
Conner . M., & Norman,p (2005). The Health Belief Model. Buckingham : Open University press
Notoatmodjo S (2017). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Amirin TM (2011). Populasi dan Sampel Penelitian 4: Ukuran Sampel Rumus Slovin. Jakarta : Erlangga
BBAALE, Edward (2013). Factors influencing childhood immunization in Uganda. Journal of health, population, and nutrition
CHENG, Gong et al (2014). Multi-class geospatial object detection and geographic image classification based on collection of part detectors. ISPRS Journal of Photogrammetry and Remote Sensing, 98: 119-132.
Retno Dewi; Ekawati, Meilly Dwidasa; SABINA, Sabina (2018). Hubungan Pengetahuan Ibu Balita Tentang Imunisasi Terhadap Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Balita di Posyandu Melati Desa Tambakasri Kecamatan Sumbermanjingwetan Kabupaten Malang. Malang : Journal; 2018, 2.2: 34-42.
Fishbein, M. & Ajzen, I. Belief (2005). Attitude, Intention, and Behavior: An Introduction to Theory and Research. Reading. MA: Addison-Wesley
AHMED, Sara (2014) Cultural politics of emotion. Edinburgh : Edinburgh University Press
FRIEDMAN, Milton; SAVAGE, Leonard J.; BECKER, Gary S (2007). Milton Friedman on Economics: selected papers. Chicago : University of Chicago Press.












