Evaluasi Kinerja Sistem Pengukuran dan Root Cause Reject Kemasan Sekunder Produksi Wafer Coating Coklat Menggunakan Metode RCA Dan MSA Pada FMCG
DOI:
https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.550Keywords:
MSA, Gage R&R, RCAAbstract
Tingginya reject kemasan sekunder (pouch) pada produk Wafer Coating Coklat di perusahaan FMCG meningkatkan pemborosan material, aktivitas repacking, dan ketidakefisienan proses. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keandalan sistem pengukuran dan mengidentifikasi akar penyebab reject sebagai dasar perbaikan. Data reject periode April–September 2025 diperoleh dari laporan produksi, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui diagram Pareto untuk menentukan reject dominan, Gage Repeatability and Reproducibility (Gage R&R) untuk mengevaluasi sistem pengukuran, serta fishbone dan 5 Why untuk mengidentifikasi akar penyebab. Hasil menunjukkan reject isi kurang mencapai 147.383 pouch atau 79,56% dari total reject. Hasil MSA menghasilkan %EV 3,93%, %AV 85,63%, %GRR 85,71%, %PV 51,55%, dan NDC 1. Sistem pengukuran belum layak karena %GRR melebihi 30% dan NDC kurang dari 2. Akar penyebab reject isi kurang terutama berasal dari belum tersedianya hopper, conveyor transfer, visual marking, standar gap produk, dan standar timing delay pusher. Variasi inspeksi reject sealer terutama berasal dari kompetensi operator dan metode inspeksi. Implementasi perbaikan menurunkan persentase reject isi kurang dari 16,95% menjadi 4,38% dan reject sealer dari 5,17% menjadi 2,10%. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi MSA dan RCA dapat digunakan sebagai dasar perbaikan proses dan standardisasi inspeksi.
References
Cahyanika, L. F., Sudarmaji, H., & Aritonang, E. J. (2022a). Penerapan measurement system analysis gage repeatability and reproducibility dengan metode DMAIC pada housing water inlet.
Campos Filho, L. E., Fernandes Silva, V. H. A., Vinci, V., Yokota, M. H., Rodrigues dos Santos, E., Bitencourt de Almeida, G. V., Gatani, M. P., de Alvarenga Freire, M. T., & Fiorelli, J. (2025). Innovative food packaging with sensible design to reduce losses and waste. Sustainability, 17(10). https://doi.org/10.3390/su17104489
Dos Santos, W. Q., McDermott, O., & Trubetskaya, A. (2025). Lean Six Sigma 4.0 application in the food & beverage industry: A case study. IEEE Engineering Management Review. https://doi.org/10.1109/EMR.2025.3538268
Fertansyah, A. A., & Islami, M. C. (2025). Quality control to reduce defect in packaging using Six Sigma and FMEA methods at PT XYZ. 9(1).
Firmansyah, D., & Dede. (2022). Teknik pengambilan sampel umum dalam metodologi penelitian: Literature review. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH), 1(2), 85–114. https://doi.org/10.55927
Huda, H., & Islahudin, N. (2021). Measurement system analysis pada operator pengecekan visual menggunakan metode Attribute Agreement System di industri manufaktur. JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri, 8(2), 35–40. https://doi.org/10.24853/jisi.8.2.35-40
Kusumaningrum, J., Haris, H., Fanani, M. Z., Jumiono, A., & Amalia, L. (2024). Analisis pengendalian mutu kemasan produk mi instan X dengan metode Six Sigma di PT. Y. https://ojs.unida.ac.id/JIPH/article/view/13663/version/13194
Laurensius Setyabudhi, A., Veza, O., Meldra, D., Abdurahman, N. C., Rizki, D. M., & Saputra, R. (2021). Penerapan metode measurement system analysis Gage R&R pada pengukuran produk base plate magazine.
Nurhikmah, S. (2021). Analisis kualitas pengukuran part member front side rear (57131-BZ021) dengan metode Gage Repeatability dan Reproducibility pada PT. Mekar Armada Jaya.
Rafli, M. (2025). Pentingnya standar operasional prosedur (SOP) dalam proses pembuatan kabel. Islamic Economics & Financial Journal, 4, 228. https://doi.org/10.56672/assyirkah.v4i2.455
Ramadhanti, L. C., Toyosito, R. E., & Sugiarto, E. (2024). Pengendalian kapabilitas proses produksi Bintang Todjoedi PT. Bintang Todjoe.
Sitompul, M. A. (2024). Implementasi metode Root Cause Analysis (RCA) untuk mengendalikan reject produk NP Project di PT. XYZ. Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology, 3(2), 83–92. https://doi.org/10.30651/mine-tech.v3i2.24157
Wardah, S., Suharto, S., & Lestari, R. (2022). Analisis pengendalian kualitas proses produksi produk Nata De Coco dengan metode Statistical Quality Control (SQC). JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri, 9(2), 165–175. https://doi.org/10.24853/jisi.9.2.165-175
Wicaksono, A., & Yuamita, F. (2022). Pengendalian kualitas produksi sarden menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk meminimumkan cacat kaleng di PT. Maya Food Industries. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, 1.
Wijaya, B. S., Andesta, G., & Priyana, E. D. (2021). Minimasi kecacatan pada produk kemasan kedelai menggunakan Six Sigma, FMEA dan Seven Tools di PT. SATP. Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri, 5(2).
Zaki Mubarok, R., & Hariono, B. (2024). Penerapan metode FMEA dan RCA untuk mengurangi reject pada proses pengemasan mesin single line. https://doi.org/10.25047/nacia.v2i1.221












