Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Pmb Bidan R Kabupaten Sukabumi Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.559Keywords:
ASI Eksklusif, Stunting, Balita, PMB Bidan RAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu faktor penting pencegahan stunting adalah pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Prevalensi stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat memerlukan penanganan serius melalui intervensi gizi spesifik. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 6-12 bulan di wilayah Praktik Mandiri Bidan (PMB) Bidan R Kabupaten Sukabumi Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 6-12 bulan di wilayah PMB Bidan R sebanyak 75 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin sehingga diperoleh 63 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran tinggi/panjang badan balita. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square (lpha = 0,05). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas ibu memberikan ASI eksklusif yaitu sebanyak 46 responden (73,0%), dan sebagian besar balita memiliki pertumbuhan yang baik/tidak stunting yaitu sebanyak 47 balita (74,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pada kelompok ASI eksklusif, sebagian besar balita tumbuh baik (87,0%) dan hanya 13,0% yang stunting. Sebaliknya, pada kelompok tidak ASI eksklusif, mayoritas balita mengalami stunting (59,0%). Uji statistik Chi-Square menghasilkan nilai pvalue < 0,001 (p < 0,05). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di wilayah PMB Bidan R Kabupaten Sukabumi. Diharapkan fasilitas kesehatan dan tenaga bidan terus meningkatkan edukasi serta pendampingan pemberian ASI eksklusif guna menekan angka kejadian stunting.
References
Astuti, D. D., Adriyani, R. B. & Handayani, T. W., 2020. Pemberdayaan Masyarakat dalam Rangka Stop Generasi Stunting. Jurnal Masyarakat Mandiri, 4(2), p. 157.
F.B. Monika. 2014. Buku Pintar ASI dan Menyusui. Jakarta : Noura Books.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2020). Laporan Riskesdas 2018: Riset Kesehatan Dasar [PDF].
Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia. Pusdatin.Kemenkes.Go.Id. 2021. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Locitasari, Y. (2015). Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 0-6 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dengan yang Diberi Susu Formula di Kecamatan Ngawi. Skripsi.
Lusiana, N., Andriyani, R., & Megasari, M. (2015). Buku Ajar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Deepublish.
Monika A.M & Rindani C.T. 2020. HubunganPemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stuntingpada Balita di Kecamatan Buntu Malangka Kabupaten Mamase. Prodi Sarjana Keperawatan dan Ners Stikes tella Maris Makassar.
Mufdlilah. 2017. Buku Pedoman Pemberdayaan Ibu Menyusui Pada Program ASI Eksklusif.
Pacheco, C. do R., Picauly, I., & Sinaga, M. (2017). Health, Food Consumption, Social Economy, and Stunting Incidency in Timor Leste. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 261–269. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas%0AHEALTH,
Putra, O. (2016). Pengaruh BBLR terhadap kejadian stunting pada anak usia 1260 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh pada tahun 2015. Universitas Andalas.
Soesanto, E., & Winaryati, E. (2009). Ante Natal Care (ANC) dalam reprektif ibu hamil : gambaran kerentanan kesehatan reproduksi pada masyarakat nelayan di Kabupaten Rembang. Jurnal Keperawatan, 2(2), 21–27.
TNP2K. (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
Unicef Indonesia [Manuju: Malahayati Nursing Journal, Issn Cetak: 2655-2728 Issn Online: 2655-4712, Volume 7 Nomor 3 Tahun 2025] Hal 1229-1242












