Analisis Akuntansi Biaya Lingkungan dan Kelayakan Investasi (Capital Budgeting) pada Penerapan Teknologi Elektrokoagulasi untuk Pengolahan Air Asam Tambang

Authors

  • Maya Matofani Politeknik Akamigas Palembang
  • Lina Rianti Politeknik Akamigas Palembang
  • Siti Mar’atus Soleha Politeknik Akamigas Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.590

Keywords:

akuntansi biaya lingkungan, capital budgeting, NPV, IRR, Keputusan Investasi, OPEX kas, elektrokoagulasi, air asam tambang

Abstract

Pengolahan air asam tambang (AAT) merupakan tahapan wajib sebelum air limbah pertambangan batu bara dilepaskan ke badan sungai, mengingat kandungan keasaman dan logam terlarutnya yang tinggi. Dari sudut pandang akuntansi biaya dan akuntansi lingkungan, kewajiban ini menimbulkan environmental cost yang harus dicatat dan dikelola dalam struktur biaya perusahaan, baik melalui metode pengapuran konvensional maupun alternatif teknologi seperti elektrokoagulasi. Kajian ini disusun untuk mengklasifikasikan dan menghitung biaya investasi (Capital Expenditure/CAPEX) serta memisahkan biaya operasional kas (OPEX kas) dari komponen non-kas (penyusutan dan bunga) pada instalasi elektrokoagulasi skala industri, dan menilai kelayakan investasinya menggunakan indikator capital budgeting Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP) sebagai pembanding terhadap metode pengapuran konvensional. Perhitungan dilakukan dengan menggabungkan tiga sumber data sekunder, yaitu parameter operasi optimum dari studi terdahulu, hasil uji laboratorium skala kecil, serta data debit dan biaya riil di lapangan, kemudian disimulasikan dalam dua skenario pengaturan kelistrikan. Skenario A yang menerapkan langsung parameter laboratorium ke skala industri menghasilkan OPEX kas sebesar Rp28.898,21/m³ (full cost Rp29.400,53/m³), jauh lebih mahal dibandingkan metode pengapuran (Rp6.356,85/m³), dengan NPV sebesar -Rp313,66 miliar menunjukkan investasi yang sangat tidak layak secara akuntansi keuangan. Sebaliknya, Skenario B merupakan sebuah skenario simulasi/optimasi berdasarkan target konsumsi energi 2 kWh/m³, bukan hasil pengujian langsung pada skala industri yang menghasilkan investasi awal Rp2.900.180.450 dan OPEX kas Rp4.943,97/m³ (22,23% lebih rendah dibanding pengapuran secara basis kas; 20,5% lebih rendah bila dibandingkan secara full cost), dengan NPV positif Rp15,87 miliar, IRR sekitar 105% per tahun, dan payback period kurang dari satu tahun (asumsi umur proyek 10 tahun, tingkat diskonto 10%). Dari sisi akuntansi lingkungan, elektrokoagulasi berpotensi mengubah struktur environmental cost, menurunkan kebutuhan bahan kimia dan lahan kolam pengendapan namun meningkatkan biaya listrik dan elektroda, meskipun kajian ini tidak mengukur externality cost sosial secara kuantitatif, dan hasil uji laboratorium menunjukkan penurunan kadar mangan dan perbaikan pH belum sepenuhnya memenuhi baku mutu. Dengan demikian, Skenario B menunjukkan kelayakan finansial yang menjanjikan menurut simulasi capital budgeting, tetapi penerapannya pada skala industri belum dapat dinyatakan layak sepenuhnya sebelum divalidasi secara eksperimental.

Kata kunci: akuntansi biaya lingkungan; capital budgeting; kelayakan investasi; NPV; IRR; OPEX kas; elektrokoagulasi; air asam tambang

References

Alam, P. N., Aslam, I. N., Abdillah, I. R., Pratama, R. N., & Pontas, K. (2024). Improving acid mine drainage treatment through electrocoagulation: Effect of time, electrode distance, and electrode types. E3S Web of Conferences, 543, Article 01004. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202454301004

Arifin, M., Rianti, L., Aprilliana, & Indeini, M. D. (2025). Pengolahan air asam tambang dengan metode elektrokoagulasi untuk mengurangi pencemaran lingkungan [Laporan penelitian]. Politeknik Akamigas Palembang.

Badakhshan, N., Shahriar, K., Afraei, S., & Bakhtavar, E. (2023). Determining the environmental costs of mining projects: A comprehensive quantitative assessment. Resources Policy, 82, Article 103561. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2023.103561

Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2019). Fundamentals of financial management (15th ed.). Cengage Learning.

Gautama, R. S. (2012). Pengelolaan air asam tambang. Institut Teknologi Bandung, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan.

Hajar, M. I., Yusuf, M., & Mukiat. (2019). Analisis biaya pengolahan air asam tambang di KPL Pit-1 Timur Banko Barat [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Sriwijaya.

Horngren, C. T., Datar, S. M., & Rajan, M. V. (2015). Cost accounting: A managerial emphasis (15th ed.). Pearson.

Ifada, L. M., & Jaffar, R. (2023). Does environmental cost expenditure matter? Evidence from selected countries in the Asia-Pacific region. Sustainability, 15(5), Article 4322. https://doi.org/10.3390/su15054322

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pertambangan Batubara. (2003).

Mao, Y., Zhao, Y., & Cotterill, S. (2023). Examining current and future applications of electrocoagulation in wastewater treatment. Water, 15(8), Article 1455. https://doi.org/10.3390/w15081455

Mollah, M. Y. A., Morkovsky, P., Gomes, J. A. G., Kesmez, M., Parga, J., & Cocke, D. L. (2004). Fundamentals, present and future perspectives of electrocoagulation. Journal of Hazardous Materials, 114(1–3), 199–210. https://doi.org/10.1016/j.jhazmat.2004.08.009

Peters, M. S., Timmerhaus, K. D., & West, R. E. (2003). Plant design and economics for chemical engineers (5th ed.). McGraw-Hill.

PT PLN (Persero). (2026). Tarif tenaga listrik triwulan II 2026: Golongan I-3.

Putro, B. P. (2010). Pengolahan air limbah cold storage menggunakan proses elektrokoagulasi [Skripsi, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur].

Rianti, L., Maryana, M., & Aprianti, A. (2021). Analisis efektivitas penetralan air asam tambang menggunakan kapur tohor dan soda ash dari kolam pengendapan lumpur pit tambang batubara dalam skala laboratorium. Jurnal Teknik Patra Akademika, 12(1), 13–21. https://doi.org/10.52506/jtpa.v12i01.121 (Pap Journal)

Schaltegger, S., & Burritt, R. (2000). Contemporary environmental accounting: Issues, concepts and practice. Greenleaf Publishing.

Shingwenyana, R., Shabalala, A. N., Mbhele, R., & Masindi, V. (2021). Techno-economic analysis of the reclamation of drinking water and valuable minerals from acid mine drainage. Minerals, 11(12), 1352. https://doi.org/10.3390/min11121352

Suryadi, M., & Ginting, J. K. (2019). Pengelolaan air asam tambang (AAT) dari dinding bekas penambangan sebagai alternatif penanggulangan pencemaran lingkungan. Jurnal Sosioteknologi, 18(3), 433–448. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2019.18.3.10

Zulya, F., Ibrahim, & Azizah, G. L. (2023). Analisis metode elektrokoagulasi pada air asam tambang dengan variasi tegangan dan jarak elektroda. Jurnal Chemurgy, 7(2), 40–51. https://doi.org/10.30872/cmg.v7i2.15910 (eJournals Universitas Mulawarman)

Downloads

Published

2026-09-12

How to Cite

Matofani, M., Rianti, L., & Soleha, S. M. (2026). Analisis Akuntansi Biaya Lingkungan dan Kelayakan Investasi (Capital Budgeting) pada Penerapan Teknologi Elektrokoagulasi untuk Pengolahan Air Asam Tambang. Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge, 3(4), 995–1029. https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.590

Issue

Section

Articles