Studi Kasus Self Awareness Siswa Terhadap Perilaku Membolos Di MA Pancasila Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.646Keywords:
Self Awareness, Perilaku Membolos, SiswaAbstract
Perilaku membolos merupakan salah satu bentuk pelanggaran disiplin yang masih ditemukan di lingkungan sekolah menengah, termasuk di MA Pancasila Bengkulu. Perilaku tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketidakhadiran siswa dalam pembelajaran, tetapi juga berhubungan dengan kemampuan siswa dalam memahami kondisi diri, mengendalikan dorongan, dan mempertimbangkan konsekuensi tindakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self awareness siswa pada kasus perilaku membolos di MA Pancasila Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian terdiri atas satu siswa sebagai informan utama serta wali kelas dan teman sebaya sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada dasarnya telah memiliki self awareness terhadap perilaku membolos, ditandai dengan pemahaman bahwa membolos merupakan tindakan yang tidak baik, kesadaran terhadap tanggung jawab sebagai pelajar, serta munculnya rasa menyesal setelah membolos. Namun, kesadaran tersebut belum sepenuhnya mampu mengendalikan perilaku secara konsisten. Perilaku membolos dipengaruhi faktor internal berupa rasa malas, rendahnya motivasi belajar, kondisi emosional, serta kecenderungan memilih aktivitas yang lebih menyenangkan; sedangkan faktor eksternal terutama berasal dari ajakan teman sebaya dan lingkungan belajar yang kurang mendukung. Setelah memperoleh pembinaan dari guru BK dan pihak sekolah, siswa mulai menunjukkan perubahan sikap dan usaha untuk mengikuti pembelajaran dengan lebih baik, meskipun perubahan tersebut belum sepenuhnya konsisten.
References
Amelia, R. (2021). Pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku siswa di sekolah. Jakarta: Prenada Media.
Amelia, & Pratami, S. (2020). Public self awareness dan perilaku sosial siswa. Jurnal Psikologi Remaja, 6(1), 34–46.
Amelia, & Ratnasari, D. (2022). Pengambilan keputusan pada remaja melalui pengembangan self awareness. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 8(1), 12–25.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches.
Dayakisni, T., & Hudaniah. (2020). Psikologi sosial. Malang: UMM Press.
Goleman, D. (1999). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. Bantam Books.
Hidayat, R., & Rahmawati, D. (2022). Self awareness dan perilaku siswa di sekolah menengah. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 7(1), 21–35.
Hidayati, N., & Rahmawani, S. (2023). Dampak self awareness terhadap disiplin dan perilaku siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(1), 10–22.
Indrawati, L., & Yusuf, R. (2021). Kesadaran emosi dan pengendalian diri remaja. Jurnal Psikologi Remaja, 6(2), 15–28.
Makarchuk, S. (2024). Analysis of internal factors in the formation of professional self-awareness of future psychologists. Pedagogy and Education Journal, 12(1), 45–58.
Miranti, & Akbar. (2023). [Rujukan sebagaimana tercantum dalam skripsi].
Nurmala, S. (2021). Hubungan self awareness dengan perilaku disiplin siswa. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1), 40–52.
Nurawinata, I., Wibowo, M. E., & Awalya, A. (2022). Truancy behavior among students and its relation to school discipline. Jurnal Bimbingan Konseling, 11(1), 45–52.
Nurlaila, S. (2022). Dukungan guru dan efikasi diri siswa dalam proses pembelajaran. Prosiding Seminar Nasional Psikologi UAD, 1(1), 233–240.
Pratama, D. (2021). Perilaku membolos sebagai indikator masalah penyesuaian diri siswa. Jurnal Pendidikan dan Disiplin, 5(3), 75–88.
Setyawan, R. (2023). Dukungan teman sebaya dan perkembangan self awareness pada remaja. Journal of Social Education, 7(2), 89–101.
Santoso, R., Kusuma, D., & Nurani, S. (2023). Perilaku membolos sekolah dan dampaknya terhadap prestasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(2), 120–128.
Suzanna, dkk. (2023). [Rujukan sebagaimana tercantum dalam skripsi].
Syakura, M., & Neviyarni, N. (2023). Perilaku menyimpang siswa di sekolah dan peran layanan bimbingan konseling. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 11(2), 150–158.
Tarwiyyah, N. (2022). Refleksi diri dan pengembangan self awareness pada remaja. Jurnal Psikologi Remaja, 7(2), 40–53.
Widiastuti, & Clara, S. (2022). Self awareness dan motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 7(1), 18–30.
Wulandari, A. (2022). Peran regulasi emosi dalam pengembangan kesadaran diri siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(1), 35–48.
Yani, R., & Sano, A. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku membolos pada siswa sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Indonesia, 13(1), 77–85.
Yolanda, D., dkk. (2021). Self awareness dan penyesuaian akademik mahasiswa. Jurnal Psikologi Pendidikan Tinggi, 5(1), 10–23.












