EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK TEKNIK ART THERAPY UNTUK EKSPRESI EMOSI SISWA SMA X DI PANGKALAN LESUNG
DOI:
https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.658Keywords:
Konseling kelompok, Art therapy, Ekspresi emosi, Siswa SMAAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik art therapy terhadap ketepatan ekspresi emosi siswa SMA di Pangkalan Lesung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI dan XII SMA di Pangkalan Lesung sebanyak kurang lebih 250 siswa. Sampel berjumlah 8 siswa yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan hasil skrining awal menggunakan angket ekspresi emosi. Instrumen penelitian berupa skala Likert ekspresi emosi yang terdiri atas 29 item valid dari 45 item awal (r tabel = 0,349 pada N = 32) dengan koefisien reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,825. Layanan konseling kelompok teknik art therapy diberikan melalui sepuluh kali pertemuan berupa kegiatan menggambar bebas (drawing-based art therapy) dan art therapy gerak (dance/movement therapy) yang disesuaikan dengan permasalahan masing-masing anggota kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan layanan, seluruh siswa (100%) berada pada kategori kurang tepat dalam mengekspresikan emosi. Setelah diberikan layanan, 87,5% siswa berada pada kategori cukup tepat dan 12,5% pada kategori sangat tepat. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = -2,521 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,012 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest. Uji N-Gain ternormalisasi menghasilkan rata-rata sebesar 0,37 yang termasuk kategori cukup efektif. Dengan demikian, layanan konseling kelompok dengan teknik art therapy efektif digunakan untuk meningkatkan ketepatan ekspresi emosi siswa SMA.
References
Astuti, F. S., Juwita, J., Hasibuan, W. F., & Adiningtyas, S. W. (2022). Efektivitas konseling individual dengan expressive art therapy dalam menurunkan kecenderungan stress siswi SMP “X” Batam. Cahaya Pendidikan, 8(2), 148–160. https://doi.org/10.33373/chypend.v8i2.4762
Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi (Edisi ke-2). Pustaka Pelajar.
Blanchard, L., Conway-Moore, K., Aguiar, A., Önal, F., Rutter, H., Helleve, A., et al. (2023). Associations between social media, adolescent mental health, and diet: A systematic review. Obesity Reviews, 24(S2). https://doi.org/10.1111/obr.13631
Chaplin, J. P. (2006). Kamus lengkap psikologi. RajaGrafindo Persada.
Corey, G. (2016). Theory and practice of group counseling (9th ed.). Cengage Learning.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. (2016). Pola pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling (POP BK). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Folastri, S., & Rangka, I. B. (2016). Prosedur layanan bimbingan dan konseling kelompok.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gross, J. J., & John, O. P. (2003). Individual differences in two emotion regulation processes: Implications for affect, relationships, and well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 85(2), 348–362. https://doi.org/10.1037/0022-3514.85.2.348
Harahap, R., & Sumarto, S. (2020). Layanan bimbingan pribadi-sosial untuk mengelola emosi siswa. Jurnal Konseling Indonesia, 5(2), 112–120.
Hasanah, Y. A., & Pratiwi, T. I. (2020). Penerapan konseling kelompok teknik journaling untuk meningkatkan pengelolaan emosi pada peserta didik di SMA Negeri 11 Surabaya. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 11(1), 337–346.
Hidayat, D. R. (2018). Konseling di sekolah: Pendekatan-pendekatan kontemporer. Prenada Media Group.
Hude, M. D. (2006). Emosi: Penjelajahan religio-psikologis tentang manusia. Erlangga.
Hurlock, E. B. (1999). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.
Indonesia National Adolescent Mental Health Survey. (2022). Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (INAMHS) report. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kartika, D., Indiati, & Yuhenita, N. N. (2021). Pengaruh art therapy menggambar dalam layanan konseling kelompok dapat meningkatkan pengelolaan emosi marah. Borobudur Counseling Review, 1(2).
Malchiodi, C. A. (2020). Trauma and expressive arts therapy: Brain, body, and imagination in the healing process. Guilford Press.
Nur Asmi, N., Rutepar, D. R., Syamsunahar, Hikmawati, N., Tohamba, C. P. P., & Hakim, A. (2026). Efektivitas art counseling dalam meningkatkan ekspresi emosi siswa SMA. https://doi.org/10.26858/vp94ch51
Pamungkas, D. S., Sumardiko, D. N. Y., & Makassar, E. F. (2024). Dampak-dampak yang terjadi akibat disregulasi emosi pada remaja akhir: Kajian sistematik. Jurnal Psikologi, 1(4), 1–15. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2598
Sabri, S. F., Yakub, E., & Umari, T. (2024). Pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik art therapy dalam mengatasi burnout akademik siswa. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(3), 2554–2557. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i3.4097
Serlin, I. A. (2007). Theory and practices of art therapies: Whole person integrative approaches to healthcare. In I. A. Serlin (Ed.), Whole person healthcare: Vol. 3. The arts and health (pp. 89–108). Praeger.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian eksperimen. Alfabeta.
Sukarelawan, M. I., Indratno, T. K., & Ayu, S. M. (2024). N-Gain vs stacking: Analisis perubahan abilitas peserta didik dalam desain one-group pretest-posttest (T. K. Indratno, Ed.). Penerbit Suryacahya.
Versitano, S., Tesson, S., Lee, C.-W., Linnell, S., & Perkes, I. (2025). Art therapy with children and adolescents experiencing acute or severe mental health conditions: A systematic review. Australian & New Zealand Journal of Psychiatry. Advance online publication. https://doi.org/10.1177/00048674251361731
World Health Organization. (2024). Mental health of adolescents. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health
Yalom, I. D., & Leszcz, M. (2005). The theory and practice of group psychotherapy (5th ed.). Basic Books.












