THE RELATIONSHIP BETWEEN INFECTION CONTROL POLICY AND THE AVAILABILITY OF PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) WITH OCCUPATIONAL SAFETY OF HEALTHCARE WORKERS IN THE MIDWIFERY SERVICE AT AKELAMO PUBLIC HEALTH CENTER, WEST HALMAHERA REGENCY

Authors

  • Salmun Hi. Syukur Universitas Kadiri

DOI:

https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.689

Abstract

Latar Belakang: Tingginya risiko pajanan biologis seperti darah dan cairan ketuban menjadikan tenaga kesehatan di unit kebidanan rentan terhadap infeksi akibat kerja. Implementasi kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi lapis pertahanan utama guna menjamin keselamatan kerja. Tujuan: Menganalisis hubungan kebijakan pengendalian infeksi dan ketersediaan APD dengan keselamatan kerja tenaga kesehatan di pelayanan kebidanan Puskesmas Akelamo, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling terhadap 35 tenaga kesehatan di unit kebidanan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square dan Regresi Logistik Berganda. Hasil: Distribusi univariat menunjukkan mayoritas responden menilai kebijakan pengendalian infeksi baik (62,9%), ketersediaan APD baik (57,1%), dan keselamatan kerja baik (68,6%). Analisis bivariat membuktikan terdapat hubungan yang signifikan antara kebijakan pengendalian infeksi dengan keselamatan kerja (p-value = 0,004) dan ketersediaan APD dengan keselamatan kerja (p-value = 0,002). Analisis multivariat menunjukkan ketersediaan APD merupakan faktor paling dominan (p-value = 0,006; OR = 48,144). Kesimpulan: Kebijakan pengendalian infeksi dan ketersediaan APD yang memadai berbanding lurus dengan tingginya tingkat keselamatan kerja. Fasilitas primer di daerah kepulauan dituntut untuk meningkatkan fungsi supervisi klinis dan memperkuat sistem peringatan dini rantai pasok logistik (buffer stock) agar tidak terjadi kekosongan APD esensial.

References

Alhumaid, S., Al Mutair, A., Al Alawi, Z., et al. (2021). Knowledge of infection prevention and control among healthcare workers and factors influencing compliance: a systematic review. Antimicrobial Resistance & Infection Control, 10(1), 1-13.

Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Core infection prevention and control practices for safe healthcare delivery in all settings. U.S. Department of Health and Human Services.

Johnson, et al. (2022). PPE Availability and Occupational Safety. Cross-sectional survey.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan. Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan.

Lee, S. E., Scott, L. D., Dahinten, V. S., Vincent, C., Lopez, K. D., & Macfarlane, F. (2021). Safety culture, patient safety, and quality of care outcomes: a literature review. Western Journal of Nursing Research, 43(1), 79-93.

Reason, J. (1997). Managing the risks of organizational accidents. Ashgate Publishing.

Santos, J. R., Silva, M. A., & Costa, P. (2024). Healthcare Worker Exposure to Blood and Body Fluids in Primary Care: A Cross-sectional Analysis. Journal of Occupational Health, 66(1), 112-120.

World Health Organization. (2024). Global report on infection prevention and control 2024. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-09-19

How to Cite

Syukur, S. H. (2026). THE RELATIONSHIP BETWEEN INFECTION CONTROL POLICY AND THE AVAILABILITY OF PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) WITH OCCUPATIONAL SAFETY OF HEALTHCARE WORKERS IN THE MIDWIFERY SERVICE AT AKELAMO PUBLIC HEALTH CENTER, WEST HALMAHERA REGENCY. Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge, 3(4), 1474–1480. https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.689

Issue

Section

Articles