Analisis Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Perdarahan Pasca Persalinan Di Rs. Tiara Kota Pematang Siantar
DOI:
https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.724Abstract
Berdasarkan data WHO (WorldHealth Organization), 25% dari 100.000 kematian maternal di dunia setiap tahunnya disebabkan oleh perdarahan postpartum.Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu. Perdarahan postpartum didefinisikan sebagai kehilangan darah lebih dari 500 ml setelah persalinan pervaginam atau 1000 ml setelah janin lahir melalui rongga perut atau setelah selesainya tahap III persalinan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perdarahan postpartum di RS.Tiara Kota Pematangsiantar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian studi kasus kontrol. Pengambilan sampel kasus dan kontrol dilakukan dengan pengambilan sampel berurutan. Jumlah sampel kasus dan kontrol dalam penelitian ini adalah 64 responden. Hasil penelitian dengan analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara faktor paritas dan perawatan antenatal dengan kejadian Perdarahan Postpartum. Diharapkan petugas kesehatan akan lebih proaktif dalam memberikan konseling kepada masyarakat tentang pentingnya tes kehamilan sehingga ibu hamil lebih memahami manfaat melakukan tes kehamilan rutin setidaknya 4 kali selama kehamilan. Diharapkan juga partisipasi suami lebih terbuka dan menerima konseling, terutama tentang tes kehamilan sehingga suami akan menemani ibu hamil untuk melakukan tes kehamilan.
References
Andriyani, A.D. 2021. Hubungan Ketuban Pecah Dini dengan Kejadian PartusPrematurus di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Karya Tulis Ilmiah Stikes Aisyiyah Yogyakarta.
Arikunto, S. 2021. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi VI. Jakarta : Rineka Cipta.
Badan Pusat Statistik dan Makro Internasional. 2021. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2007.Calverso Maryland USA BPS dan Macro Internasional.
Benson, P. 2022. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi edisi 9. Jakarta : EGC.
Chiristine, R.E. 2024. Analisis Faktor Resiko dan Hubungannya dengan Kelahiran Preterm (Prematur) di Rumah Sakit Ibu dan Anak Badrul AiniMedan tahun 2022-2023. Skripsi Universitas Sumatra Utara Medan.
Depkes RI. 2025. “Kesakitan dan Kematian bayi dalam intisari Depertemen Kesehatan Republik Indonesia” dalam http://www.depkes.go.id.
Green, L. W. 1991. Health Promotion Planning An Education and Environmental Approach, second Edition. Mountain View London : Mayfield Publishing Company. pelayanan Medik.
Krisnadi, S.R. 2019. “Faktor Resiko Persalinan Prematur” dalam dalam Sofie R.Krisnadi, Jusuf S. Efendi dan Adhi Pribadi. Prematuritas, pp 43-66.Bandung : Refika Aditama.
Manuaba, I. B. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri.Jakarta: EGC
Mochtar, R. 2002. Syinopsis Obstetri. Edisi II.Jakarta: EGC.
Notoatmodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Sistiarani, Colti. 2018. Faktor Maternal dan Kualitas Pelayanan Antenatal yang Berisiko terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah(BBLR). Tesis Universitas Diponegoro Semarang.












