Optimasi Tata Letak Gudang Finished Goods Menggunakan Metode Activity Based Classification dan Slotting Strategy Berbasis Frekuensi Permintaan Di PT. Pangan
DOI:
https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.771Keywords:
Activity Based Classification, Finished Goods, Frekuensi Picking, Slotting Strategy, Tata Letak GudangAbstract
Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan tata letak gudang finished goods di PT. Pangan melalui metode Activity Based Classification dan Slotting Strategy berbasis frekuensi permintaan. Masalah penelitian terletak pada penempatan produk yang belum sepenuhnya mempertimbangkan tingkat permintaan, frekuensi picking, dan jarak racking terhadap loading dock. Data yang dianalisis mencakup delapan produk, dengan periode Juli-Desember 2025 sebagai kondisi before dan Januari-Juni 2026 sebagai kondisi after. Activity Based Classification digunakan untuk mengelompokkan produk berdasarkan kontribusi total permintaan, sedangkan Slotting Strategy digunakan untuk menentukan penempatan produk berdasarkan kelas, frekuensi picking, dan jarak racking. Hasil klasifikasi menunjukkan lima produk berada pada kelas A dengan kontribusi 79,33%, dua produk pada kelas B sebesar 14,42%, dan satu produk pada kelas C sebesar 6,25%. Simulasi dengan frekuensi picking yang sama menurunkan jarak tempuh dari 3.138 menjadi 1.484 meter per bulan, atau efisiensi 52,71%. Perbandingan aktual before dan after menunjukkan jarak turun menjadi 1.662 meter per bulan, dengan pengurangan 1.476 meter atau 47,04%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penempatan berbasis aktivitas dapat mengurangi jarak picking tanpa mengubah struktur racking.
References
Bartholdi, J. J., & Hackman, S. T. (2019). Warehouse & distribution science (Release 0.98). Georgia Institute of Technology.
Chopra, S., & Meindl, P. (2016). Supply chain management: Strategy, planning, and operation (6th ed.). Pearson Education.
Duque-Jaramillo, J. C., Cogollo-Flórez, J. M., Gómez-Marín, C. G., & Correa-Espinal, A. A. (2024). Warehouse management optimization using a sorting-based slotting approach. Journal of Industrial Engineering and Management, 17(1), 133. https://doi.org/10.3926/jiem.5661
Fazrin, N., & Ludiya, E. (2023). Penerapan metode ABC dalam perbaikan tata letak gudang bahan baku di PT. Alfa Polimer Indonesia. SIMO (Studi Ilmu Manajemen dan Organisasi), 4(1), 13-25. https://doi.org/10.35912/simo.v4i1.1049
Febrianty, I. D., Adhiana, T. P., & Waluyo, S. (2021). Usulan tata letak penempatan finished goods dengan kebijakan class based storage berdasarkan analisis ABC di PT. XYZ. Dinamika Rekayasa, 17(2), 115. https://doi.org/10.20884/1.dr.2021.17.2.406
Gu, J., Goetschalckx, M., & McGinnis, L. F. (2017). Research on warehouse operation: A comprehensive review. European Journal of Operational Research, 177(1), 1-21. https://doi.org/10.1016/j.ejor.2006.02.025
Novrianto, T. F., Andesta, D., & Jufriyanto, M. (2024). Usulan tata letak pada gudang sparepart dengan kebijakan class based storage berdasarkan analisis ABC di PT. XYZ. G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, 8(2), 975-984.
Rahayu, E. A., & Silitonga, R. Y. H. (2024). Perbaikan tata letak gudang PT PYT dengan memperhatikan jarak, waktu handling, dan utilitas ruang penyimpanan. Jurnal Rekayasa Industri, 7(1), 31-51.
Rouwenhorst, B., Reuter, B., Stockrahm, V., van Houtum, G. J., Mantel, R. J., & Zijm, W. H. M. (2000). Warehouse design and control: Framework and literature review. European Journal of Operational Research, 122(3), 515-533. https://doi.org/10.1016/S0377-2217(99)00020-X
Wild, T. (2017). Best practice in inventory management. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315231532












