Dari Konstruksi Nilai Meritokrasi ke Komersialisasi: Representasi (Beauty, Brain, Behavior) Kompetisi Beauty Pageant Pemerintah dan Non-Pemerintah di Era Digital

Authors

  • Ulfi Nurfaiza UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

DOI:

https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.773

Keywords:

meritokrasi, komersialisasi, 3B, beauty pageant, Abang None Jakarta, Miss Grand Indonesia, representasi

Abstract

Penelitian ini mengkaji pergeseran nilai dari meritokrasi ke komersialisasi dalam representasi 3B (Beauty, Brain, Behavior) pada dua model penyelenggaraan beauty pageant di Indonesia yakni Abang None Jakarta yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Miss Grand Indonesia yang dikelola organisasi non-pemerintah (Yayasan Dharma Gantari). Menggunakan pendekatan kualitatif komparatif dengan analisis konten kritis, penelitian ini menganalisis konten digital dari berbagai informasi melalui media online kedua pageant pada periode 2025–2026. Hasil penelitian menunjukkan Abang None Jakarta merepresentasikan 3B sebagai konstruksi nilai meritokrasi, keunggulan diukur dari kompetensi mengemban tugas publik sebagai duta budaya dan pariwisata Jakarta. Beauty adalah instrumen promosi, Brain adalah wawasan budaya, dan Behavior adalah integritas moral. Peran Media memiliki fungsi memperkuat legitimasi peserta sebagai representasi Jakarta. Miss Grand Indonesia merepresentasikan 3B dalam kerangka konstruksi nilai komersialisasi, keunggulan diukur dari nilai yang dapat dikapitalisasi dalam industri pageant global. Beauty adalah aset branding, Brain adalah narasi advokasi untuk media, dan Behavior adalah citra publik yang marketable. Peran Media memiliki fungsi sebagaimana media menjadi bagian penting dalam membangun popularitas dan personal brand. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terjadi dualisme representasi 3B pageant pemerintah mempertahankan meritokrasi sebagai instrumen diplomasi budaya, sementara pageant non-pemerintah mengkomodifikasi 3B sebagai modal simbolik dalam industri kecantikan global. Temuan ini berkontribusi pada literatur Public Relations dan studi media tentang politik representasi perempuan dalam industri pageant Indonesia di era digital.

References

Abrahams, F. G., Puspita, V., Arief, A. A., Marco, A. C., & Mani, L. (2024). Globalisasi dan representasi budaya: Mengkaji kontes kecantikan Puteri Indonesia dari mata publik. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(2), 7616–7632.

Angga, E. (2025). Antara Emansipasi dan Eksploitasi: Fenomena Femvertising dalam Industri Kecantikan di Indonesia. Paradigma, 14(1), 161–170.

Badiah, A., & Widjonarko, D. A. (n.d.). AJANG MISS INDONESIA. Post Modern Dalam Pemikiran Anak Muda, 99.

Hermawan, D. (2021). Beauty Pageant Dalam Persfektif Semiotik Komunikasi Visual. Jurnal Sosial Humaniora Terapan, 4(1), 5.

Ica, A. (2024). Teori Representasi Stuart Hall: Mengungkap Makna Dalam Media Dan Budaya: Perspektif Teori Stuart Hall. Sanak: Jurnal Studi Agama-Agama, 2(2).

Januar, R. S., & Alrianingrum, S. (2022). Peran Yayasan Puteri Indonesia (Ypi) Dalam Meraih Prestasi Indonesia Di Kontes Kecantikan Dunia Tahun 1996-2019. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah, 12(4).

Palabiran, M. (2022). Strategi Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Tana Toraja melalui Ajang Pageant Nasional. Universitas Hasanuddin.

Sarudin, R. (2021). Pengaruh branding Abang None Jakarta Utara terhadap peningkatan promosi 12 destinasi wisata pesisir Jakarta Utara. Jurnal Manajemen Perhotelan Dan Pariwisata, 4(2), 67–74.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Nurfaiza, U. (2026). Dari Konstruksi Nilai Meritokrasi ke Komersialisasi: Representasi (Beauty, Brain, Behavior) Kompetisi Beauty Pageant Pemerintah dan Non-Pemerintah di Era Digital. Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge, 3(4), 2002–2040. https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.773

Issue

Section

Articles