Diversifikasi Jeruk Sunkist Karo melalui Inovasi Selai CAMORA di Desa Simacem
DOI:
https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.785Keywords:
diversifikasi produk, jeruk Sunkist Karo, selai, nilai tambah, branding, product diversification, Karo Sunkist orange, jam, added valueAbstract
Abstrak
Desa Simacem memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, tetapi hasil jeruk Sunkist Karo pada mitra masih dominan dipasarkan dalam bentuk buah segar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan diversifikasi jeruk melalui pengembangan selai CAMORA sekaligus memperkenalkan branding, pengemasan dan pemasaran awal. Kegiatan dilakukan melalui observasi, wawancara, diskusi dengan pemilik kebun, perancangan produk, trial dan error resep, produksi, branding, pengemasan dan promosi awal. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya produk selai CAMORA dengan identitas merek dan kemasan cup 50 ml, serta produksi awal sekitar 250 cup. Mitra memperoleh pengetahuan mengenai proses dasar pembuatan selai dan terlibat dalam pengambilan keputusan produk. Promosi awal melalui pembagian produk sebagai souvenir menghasilkan respons berupa pertanyaan dan ketertarikan masyarakat terhadap produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa diversifikasi dapat menjadi alternatif pemanfaatan jeruk dan membuka peluang pengembangan produk lokal desa setempat, meskipun peningkatan pendapatan belum dapat diukur karena kegiatan masih berada pada tahap pengenalan dan promosi awal.
Abstract
Simacem village has agricultural potential that can be developed into higher-value product, While karo sunkist oranges produced by the partner were predominantly marketed as fresh fruit. This community service activity aimed to diversify the orange through the development of CAMORA jam and to introduce initial branding, packaging, and marketing practices. The activity involved observation, interviews, discussions with the orchard owner, product planning, recipe trials, production, branding, packaging, and initial promotion. The activity resulted in CAMORA jam with a product identity and 50 ml cup packaging, with and initial production of approximately 250 cups. The partner gained basic knowledge of jam processing and was involved in product-related decision making. Initial promotion through souvenir distribution generated questions and interest from local residents. The activity demonstrates the product diversification can provide and alternative use of oranges and create opportunities for local product development, although an increase in partner income has not yet been measured because the activity remains at the introduction and initial promotion stage .
References
Canti, M., & Yanti, Y. (2024). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan selai dan es krim buah buni. Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2). https://doi.org/10.25157/ag.v6i2.14538
Faerrosa, L., Athar, H. S., & Widiana, H. (2022). Market orientation and product innovation as determinants of marketing performance of culinary MSMEs. Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah, 6(2), 362–378. https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/amwaluna/article/view/10044
FH, Y., Pratita, D., Firmansyah, F., & Suganda, V. A. (2022). Meningkatkan daya saing produk usaha mikro di era digital melalui edukasi dan pendampingan strategi branding dan packaging. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 6(5). https://doi.org/10.31764/jmm.v6i5.10234
Kasmad, K., Mustakim, M., & Purnama, A. (2024). The influence of digital marketing, product innovation and competency on MSME performance in the South Tangerang region. Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, 8(1), 32–44. https://doi.org/10.30988/jmil.v8i1.1385
Ningsih, G., Karsiningsih, E., & Purwasih, R. (2024). Pengaruh digital marketing UMKM makanan minuman terhadap kinerja pemasaran melalui inovasi produk di Kota Pangkalpinang. Jurnal Agribisnis dan Komunikasi Pertanian, 7(1). https://doi.org/10.35941/jakp.7.1.2024.13817.68-77
Pranawukir, I., Elisabet Hamboer, M. J., & Alamsyah, A. (2023). The effect of digital marketing, product innovation and social capital in increasing marketing performance of MSME: Case study in MSME South Sumatera. Mediastima, 29(1.2), 228–236. https://www.ejournal-ibik57.ac.id/index.php/mediastima/article/view/883
Purnawati, M., Fitriah, L., Ibiriti, A. U. K., Pratiwi, D. W., Subadar, N., & Azizah, U. (2024). Pelatihan pembuatan selai jeruk: Diversifikasi jeruk lokal guna meningkatkan ekonomi kreatif di Desa Jedong. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 48–54. https://ejournal.unikama.ac.id/index.php/jdimas/article/view/10749
Purnomo, R. A., Sartika, R. C., Juwita, A. H., Chamidah, S., Hartono, S., & Nguyen, T. T. T. (2025). The effect of product packaging innovation, branding, and technological capability on MSME performance: A case study of fresh noodle producers in the Madiun Residency. Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship, 11(1), 1. https://doi.org/10.17358/ijbe.11.1.1
Riyanti, M. T., Ariani, A., Jasjfi, E. F., Novianti, E., Setiadi, V. S., Hidayatullah, A. S., & Quincy. (2025). Logo and packaging creation training as a rebranding effort for MSMEs to increase sales. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(1). https://doi.org/10.20527/btjpm.v7i1.12923
Rusmini, R., Syarofi, M., Baiti, S. N., Huda, M. S., & Azizah, S. N. (2023). Pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan pemanfaatan hasil pertanian jeruk bangle menjadi olahan makanan selai jeruk. Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1). https://doi.org/10.46576/rjpkm.v4i1.2584
Sembiring, B. B., Fanani, M. Z., & Haris, H. (2023). Pengolahan selai buah pala pada skala industri rumah tangga. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 5(2), 136–146. https://doi.org/10.30997/jiph.v5i2.10621
Wulan, T. S., Solihin, D. A., Devi, P. A. P., ZA, S. Z., & Asnawati. (2025). The effect of digital marketing and product innovation on MSME sales performance in the digital economy era. Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation, 5(6), 735–753. https://doi.org/10.35877/454RI.daengku4604












