Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMP Negeri 2 Kendari Tahun 2026

Authors

  • Tika Ambria Amrullah Universitas Halu Oleo
  • La ode muhamad Sety Universitas Halu Oleo
  • lisnawaty Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i3.794

Abstract

Anemia rentan dialami oleh remaja putri karena berada dalam fase pertumbuhan cepat (growth spurt) dan mengalami menstruasi. Kurangnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), asupan zat besi yang tidak adekuat, serta tingkat pengetahuan yang kurang menjadi faktor pemicu utama terjadinya anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 2 Kendari tahun 2026. Jenis penelitian menggunakan observasional analitik dengan desain Case Control Study. Sampel penelitian berjumlah 82 responden yang terdiri dari 41 sampel kasus (siswi anemia) dan 41 sampel kontrol (siswi tidak anemia). Pengumpulan data menggunakan alat EasyTouch GCHB digital untuk mengukur kadar hemoglobin, kuesioner pengetahuan, pola menstruasi, kepatuhan TTD, kebiasaan konsumsi teh, dan kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk asupan zat besi. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dan analisis Odds Ratio (OR). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia (p=0,009; OR=4,195; CI=1,514–11,623), tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia (p=0,004; OR=4,154; CI=1,653–10,440), dan asupan zat besi dengan kejadian anemia (p=0,046; OR=2,723; CI=1,111–6,670). Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola menstruasi (p=0,638) dan kebiasaan konsumsi teh (p=1,000) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Konsumsi tablet tambah darah yang tidak patuh, tingkat pengetahuan yang kurang, dan asupan zat besi yang defisit merupakan faktor risiko kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 2 Kendari tahun 2026.

References

Alem, A. Z., Efendi, F., McKenna, L., Felipe-Dimog, E. B., Chilot, D., Tonapa, S. I., Susanti, I. A., & Zainuri, A. (2023). Prevalence and factors associated with anemia in women of reproductive age across low- and middle-income countries based on national data. Scientific Reports, 13(1).

Camaschella, C. (2019). Iron Metabolism and its Disorders Iron Deficiency. Review Series.

Herien, Y. (2024). Menstruasi dan Permasalahannya. Eureka Media Aksara.

Hidayati, Y., Sulastri, D., & Defrin. (2024). Analisis Faktor Risiko Anemia Defisiensi Besi pada Remaja Putri. Plexus Medical Jurnal, 3(4), 172–191.

Kementerian Kesehatan RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS). Kementerian Kesehatan Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Buku Saku Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dan Remaja Putri. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Pangaribuan, B. N., Kurnia, C. P., Ismunarti, D., Wasono, H. A., Triwahyuni, T., Putri, D. F., & Nusri, T. M. (2022). Studi Literatur Tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Beberapa Wilayah Indonesia. Malahayati Nursing Journal, 4(6), 1378–1386.

Paramita, I. S., Atasasih, H., & Afifah, L. (2024). The relationship of tea consumption habits with incidences of anemia in young women. Jurnal Kesehatan Komunitas, 10(2), 305–314.

Permanasari, I., Jannaim, J., & Wati, Y. S. (2020). Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kadar Hemoglobin Remaja Putri di SMAN 05 Pekanbaru. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 8(2), 313.

Putri, S. K., Jeki, A. G., & Fatmawati, T. Y. (2024). Status Gizi, Tingkat Konsumsi Zat Gizi Besi (Fe) dan Siklus Menstruasi Dengan Kejadian Anemia Remaja Putri. Jurnal Diskursus Ilmiah Kesehatan, 2(1), 9–15.

Rah, J. H., Melse-Boonstra, A., Agustina, R., van Zutphen, K. G., & Kraemer, K. (2021). The Triple Burden of Malnutrition Among Adolescents in Indonesia. Food and Nutrition Bulletin, 42(1_suppl), S4–S8.

Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riskesdas Tahun 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Sari, R., & Kurniati, I. (2025). Hubungan siklus menstruasi dan pengetahuan konsumsi tablet tambah darah (TTD) terhadap kejadian anemia. Journal of Early Childhood and Young Adolescent (JOECY), 3(2), 112–121.

Suprapto, E., Hadju, V., Ibrahim, E., Indriasari, R., Erika, K. A., & Balqis, B. (2025). Anemia: Etiology, Pathophysiology, Impact, and Prevention: A Review. Iran J Public Health, 54(3), 509–520.

Vatica, R. J., Murdiatama, D., & STIKes Medika Nurul Islam, K. (2025). Hubungan konsumsi zat besi dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1 Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Journal of Health and Therapy, 5(1), 29–36.

Wahyuni, S. (2024). Defisiensi Besi dan Anemia Defisiensi Besi: Updated Literature Review. GALENICAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 3(3), 1–13.

Winurini, S. (2025). Anemia dan Kebiasaan Makan Remaja Putri di Indonesia. Analisis Strategis terhadap Isu Aktual Info Sengketa, XVII(3), 1.

World Health Organization. (2023). World Health Organization Global Anaemia Estimates.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Amrullah, T. A., Sety, L. ode muhamad, & lisnawaty. (2026). Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMP Negeri 2 Kendari Tahun 2026. Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge, 3(3), 2873–2881. https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i3.794

Issue

Section

Articles