Determinan Kejadian Dermatitis Kontak Alergik pada Masyarakat Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Bukit Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.806Keywords:
determinan; Infeksi kulit; masyarakat; Puskemas Rumbai BukitAbstract
Dermatitis kontak alergik merupakan dermatitis kontak yang terjadi pada seseorang yang telah mengalami sensinitasi terlebih dahulu terhadap suatu bahan penyebab/alergik. Berdasarkan profil dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau kota Pekanbaru tahun 2020 dermatitis termasuk salah satu 10 penyakit terbesar yang ada di Provinsi Riau. Berdasarkan data sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas Rumbai Barat tahun 2025 dermatitis kontak alergik menempati urutan ketujuh dengan jumlah kasus sebanyak 620, dan tahun 2026 sampai dengan bulan April tahun 2026 terdapat 280 kasus dan menempati urutan kelima dari sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas Rumbai Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan kejadian dermatitis kontak alergik pada masyarakat usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Rumbai Bukit Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain case control. Kelompok kasus adalah masyarakat usia produktif yang mengalami dermatitis kontak alergik di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Bukit pada tahun 2026 sedangkan kelompok kontrol adalah masyarakat usia produktif yang tidak mengalami dermatitis kontak alergik di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Bukit pada tahun 2026 sebanyak 60 kasus dan 60 kontrol. Sampel diambil secara purposive sampling. Data kejadian dermatitis kontak alergik diperoleh dari Puskesmas Rumbai Bukit, sedangkan data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dan diperoleh hasil analisis yaitu ada hubungan pengetahuan, personal hygiene, ketersediaan fasilitas sanitasi dan paparan alergen dengan kejadian dermatitis kontak alergik pada masyarakat usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Rumbai Bukit Tahun 2026. Diharapkan petugas kesehatan tetap memberi edukasi agar masyarakat dapat menjaga personal hygiene dan sanitasi untuk mencegah dermatitis kontak alergik.Kata kunci: Determinan; Dermatitis; Masyarakat; Puskesmas Rumbai Bukit.
References
Menaldi, S. L. S. (2016). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin(Edisi Ketu). Badan Penerbit FKUI Jakarta
Apriliani, R., Suherman, Ernyasih, Romdhona, N., & Fauziah, M. (2022). Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Pemulung Di Tpa Bantargebang. Environmental Occupational Health and Safety Journal, 2(2), 221–234. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/EOHSJ/ article/view/12164
Hastuty, M. (2018). Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Pekerja Di Pt.Perindustrian Dan Perdagangan Bangkinang Tahun 2016 milda.JurnalNers,2(1),11–17
Permenkes RI No. 27. (2017). peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 27 tahun 2017 tentang pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan dengan(pp. 1–172). Menteri Kesehatan Republik Indonesia. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_ hukum/PMK_No._27_ttg_Pedoman_Pencegahan_dan_Pengendalian_Infeksi_di_FASYANKES_.pdf
Rubianti, M. A., & Prakoeswa, C. R. S. (2019). Profil Pasien Dermatitis Kontak Alergi Akibat Kosmetik. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, 31(1), 35–40. DOI: 10.20473/bikk.V31.1.2019.35-40.
Djuanda, A., Hamzah, M., & Aisah, S. (2010). Buku Ajar Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Badan Penerbit FKUI.
Sularsito, S., & Soebaryo, R. W. (2015). Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
N, Fahdhienie F, Septiani R. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Sainah dermatitis kontak alergi pada usia 15–44 tahun di Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2024;5(4). doi:10.31004/jkt.v5i4.34947.
Arbain, 2022. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dermatitis Pada Petani Sawit Di Puskesmas Rumbai Bukit. Jurnal Media Kesmas Vol. 2 No. 1 https://jom.htp.ac.id/index.php/kesmas/article/view/634
Amruddin, 2025. Hubungan Personal hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Dermatitis Kontak Alergi Masyarakat Pesisir. Jurnal Healthy Mandala Waluya, Vol. 4 No. 2












