Penerapan Statistical Process Control (SPC) Dan Preventive Maintenance Melalui Penjadwalan Pengasahan Gunting Dan Perawatan Mesin Hotmelt Untuk Mengurangi Defect Produk Sepatu Di PT. AZYU
DOI:
https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.817Keywords:
Statistical Process Control, Preventive Maintenance, Defect, P-Chart, SepatuAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian kualitas dan menentukan tindakan preventive maintenance untuk mengurangi defect produk sepatu di PT. AZYU. Penelitian menggunakan data produksi dan defect periode April–Juni 2026 serta data setelah penerapan maintenance pada periode evaluasi. Analisis dilakukan melalui check sheet, diagram Pareto, Statistical Process Control dengan P-Chart, identifikasi peralatan terkait, penyusunan jadwal pengasahan gunting dan perawatan mesin hotmelt, serta evaluasi before–after. Hasil menunjukkan 3.674 kejadian defect dari 80.240 unit produksi. Kotor Lem mencapai 1.601 kejadian atau 43,58%, sedangkan Benang Panjang mencapai 1.044 kejadian atau 28,42%. Kedua defect utama menyumbang 72,00% dari seluruh defect. Hasil P-Chart digunakan untuk menetapkan dua defect tersebut sebagai prioritas. Benang Panjang dikaitkan dengan ketajaman gunting, sedangkan Kotor Lem dikaitkan dengan kondisi mesin hotmelt. Setelah maintenance, proporsi Benang Panjang turun dari 1,3011% menjadi 0,7121%, sedangkan Kotor Lem turun dari 1,9953% menjadi 0,6889%. Secara keseluruhan, proporsi kedua defect prioritas turun dari 3,2964% menjadi 1,4009% pada periode evaluasi.
References
Aulia, D. R., & Wijayaningrum, T. N. (2024). Statistical quality control (SQC) method analysis regarding quality control of shoe products (case study of PT-X). J Statistika: Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika, 17(1), 691–702.
Bottani, E., Montanari, R., Volpi, A., & Tebaldi, L. (2023). Statistical process control of assembly lines in manufacturing. Journal of Industrial Information Integration, 32, 100435.
Burhan, G. F., & Frannita, E. L. (2026). Pengendalian kualitas menggunakan statistical quality control: Studi kasus pada proses produksi sepatu di PT. ABC. 10(2).
Hajej, Z., Nyoungue, A. C., Abubakar, A. S., & Ali, K. M. A. (2021). An integrated model of production, maintenance, and quality control with statistical process control chart of a supply chain. Applied Sciences.
Hutasoit, I. F., Djanggu, N. H., & Putri, F. C. (2025). Penjadwalan preventive maintenance mesin pada departemen pencacahan karet di PT. XYZ. 9(2), 320–330.
Kheyri, A., & Taghipour, S. (2025). Integrated optimisation of production scheduling, maintenance, and quality control under non-homogeneous Poisson process failures with multiple assignable causes. International Journal of Production Research, 63(24), 10115–10146.
Prasyawalli, K. A., Safira, S., Rizkiana, A. S., & Sukirman, S. (2025). Penerapan peta kendali P dan diagram fishbone untuk mengoptimalkan kontrol kualitas melon di Madefresh. 10(1), 369–375.
Ramadhian, R. R., & Renosori, P. (2026). Usulan perbaikan kualitas produk sepatu sport menggunakan metode SQC dan FMEA.
Rasay, H., Taghipour, S., & Sharifi, M. (2022). An integrated maintenance and statistical process control model for a deteriorating production process. Reliability Engineering & System Safety, 228, 108774.
Sunariyah, S., Sulistyowati, W., Cahyana, A. S., Sukmono, T., & Odina, T. (2026). Quality control of outsole products using SPC and FTA methods. AIP Conference Proceedings, 3337.
Wandani, J. C., & Nugraha, B. (2025). Pengendalian kualitas dengan P-Chart dan pendekatan 5-Whys terhadap Unit X di PT. M. 11(2), 87–97.
Zhang, J., Chen, X., An, Y., Zhang, L., Shi, H., & Xu, W. (2025). Joint optimization of preventive maintenance and product quality improvement policies for deteriorating manufacturing systems with quality-reliability dependency. Reliability Engineering & System Safety, 255, 110661.
Zhang, J., Chen, X., An, Y., Shi, H., & Xu, W. (2026). Preventive maintenance policies for a deteriorating manufacturing system with product quality improvement and random working time. Quality Technology & Quantitative Management, 23(3), 355–387.












