Konflik Etno-Religius dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat Kabupaten Mamasa

Authors

  • Aco Fikram S STAI Al-Azhary Mamuju
  • Muh. Saiful UIN Alauddin Makassar
  • Syamsul Syamsul STAI Al-Azhary Mamuju

DOI:

https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.904

Keywords:

Konflik Etno-Religius, Kabupaten Mamasa, Pemekaran Wilayah

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan jenis kualitatif. Pendekatan yang digunakan sosio-historis. Sumber data primer terdiri dari informasi yang diperoleh dari para pemimpin agama dan tokoh masyarakat sebagai saksi peristiwa. Sedangkan sumber sekunder meliputi buku, jurnal, dan bacaan terkait. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan wawancara langsung dengan pelaku dan saksi peristiwa. Metode pengolahan dan analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, yang diakhiri pada penarikan kesimpulan atau verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, konflik etno-religius di Kabupaten Mamasa bermula dari Tarik ulur pemekaran wilayah. Kedua, konflik ini berkembang menjadi konflik etno-religius yang sarat oleh kepentingan politik antara kelompok pro pemekaran yang diasosiasikan pada etnis Toraja dengan mayoritas pemeluk Kristen dan kontra pemekaran yang diasosiasikan pada etnis Mandar dengan mayoritas pemeluk Islam. Ketiga, konflik ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti instabilitas kemanan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, pengungsian penduduk, hingga representasi politik agama dan etnis pada keterpilihan kepala daerah sebagai resolusi konflik. Penelitian ini bukan hanya sebagai konstruksi sosio-historis pemekaran wilayah Kabupaten Mamsa, juga sebagai refleksi dalam merawat perdamaian guna menumbuhkan kerukunan antar komunitas agama dan kelompok etnis yang beragam di Kabupaten Mamasa.

References

Abdullah. Zulkifli. (2016). Kontestasi Elit Lokal dalam Konflik Politik Pemekaran Daerah (Studi Kasus Konflik Pemekaran Kabupaten Mamasa di Sulawesi Barat). Magister Manajemen Pembangunan Sosial Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.

H. Hamdar Arraiyyah & H. Nahar Nahrawi. (2018). Menuju Damai dengan Kearifan Baru (Studi Kasus Pasca Konflik di Aralle, Tabulahan dan Mambi). Al-Qalam 11(2). No.XVI Tahun XI Edisi Juli-Desember.

Iqbal. Imam.(2017). Konflik Etno-Religius di Indonesia Kontemporer dalam Pandangan Orde Baru. Tasamuh: Jurnal Studi Islam 9(1). http://ejournal.stain.sorong.ac.id/indeks.php/tasamuh

LIPI. (2006). Kekerasan komunal: anatomi dan resolusi konflik di Indonesia. Yogyakarta: LIPI. ISBN: 979 2458 64 6

Mahyuddin dan Muhammad Zaldy Febry. (2023). Representasi Identitas Agama dalam Pemilihan Kepala Daerah sebagi Media Resolusi Konflik Etnoreligius di Mamasa. Palita: Jurnal of Social Religion Research 8(1). http://ejournal-iainpalopo.ac.id/palita DOI: http://10.24256/pal.v8i1.3587

Maryanah, T. (2013). Governance Dalam Manajemen Konflik Pemekaran Kabupaten Mamasa. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Dan Pembangunan, 4(1), 7-16.

Muhidin Bakri, dkk. (2024). Merenden Tedong di Mamasa: Integrasi Pendekatan Struktural dan Kultural dalam Memitigasi Konflik Sosial Keagamaan. Palita: Journal f Social Religion Research 8(1). http://ejournal-iainpalopo.ac.id/palita DOI: http://10.24256/pal.v9i2.5220

peraturan.bpk.go.id, (2026).

Saleh. Sirajuddin. (2023). Mengenal Penelitian Kualitatif: Panduan Bagi Peneliti Pemula. Gowa, Agma. ISBN: 978-623-6821-54-1

Subhan. Mohamad. (2018). Rivalitas Elit dalam Konflik Etno-Religius: Dinamika Konflik Pemekaran Daerah di Mamasa, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Departemen Sosiologi, Program Pascasarjana, Universitas Indonesia.

Tarik Ibrahim. J. (2019). Sosiologi Pedesaan, Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

W. Aspinall & Berenschot (2019). Democracy of Sale: Elections, Clientelism, and State in Indonesia. Cornell University Press.

Abd. Rahman Syafei, Warga Desa Salumaka (Wawancara, 2024)

Abdul Rahman Tona, Kepala Desa Ralleanak (Wawancara, 2024)

Alimuddin, Warga Desa Mambi, Wawancara (2024).

Rustam, Warga Desa Saludurian, Wawancara (2024).

Downloads

Published

2026-10-13

How to Cite

Fikram S, A., Saiful, M., & Syamsul, S. (2026). Konflik Etno-Religius dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat Kabupaten Mamasa. Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge, 3(4), 3649–3664. https://doi.org/10.31004/ijisk.v3i4.904

Issue

Section

Articles